Back to home

Tasawwuf

Spiritual Purification

17 entries

tasawwuf — scanned note
tasawwuf
image
17 April 2021

Belajar dengan yang tak tampak Ilmu Wali ALLAH tiada terbatas dan macam tidak ada pernah habisnya. Berkat ilmu bathin membuat semangat keyakinannya terus menyala - nyala, sedangkan ilmu zahir (pengetahuan) akan sentiasa mencerahkan pemikirannya. Puncaknya, rahasia akan diberikan kepada orang-orang yang special saja (tidak sembarangan). Bahwasanya ALLAH membocorkan sebagian Rahasia-Nya kepada para Wali (Kekasih-Nya)🙂🙂🙂

Context: The image shows a person standing on a fish with a fish in hand, with the text indicating that the knowledge of Allah's Saints is limitless, their inner knowledge ignites their faith, and Allah reveals secrets to them.

Wali Allah
Islamic Spirituality
Tasawwuf
Ilmu Bathin
Rahasia Allah
tasawwuf — scanned note
tasawwuf
image
13 December 2025

The image contains no visible, discernable text. *Wali ALLAH* Sahl bin Abdullah ketika ditanya oleh muridnya : Bagaimanakah mengenal walitullah itu? Jawabnya: ALLAH tidak memperkenalkan mereka kecuali kepada orang-orang yang serupa dengan mereka, atau *kepada orang yang bakal mendapat manfaat dari mereka (yakni untuk mengenal dan mendekat kepada ALLAH)*. Sebab apabila diobral (terlalu mudah untuk semua tahu) sehingga mudah dikenal orang, maka timbul kewajiban bagi siapa yang sudah mengenal para wali itu harus percaya dan tidak boleh menentang, mengingkari mereka, sebab menentang langsung berarti kekafiran, kerana itu rahmat kebijaksanaan ALLAH telah menetapkan para wali itu dengan hijab basyiriyah (kebiasaan manusia). Dalam sebuah hadits qudsi ALLAH berfirman : Para wali-KU dibawah naungan-KU, tiada yang mengenal mereka dan mendekat kepada seorang wali, kecuali jika ALLAH memberikan taufiq hidayah-NYA. Supaya ia langsung juga mengenal kepada ALLAH dan kebesaran-NYA yang diberikan kepada seorang manusia yang dikehendaki-NYA. *#MajelisDzikirAS-SALAM*

Context: The image illustrates the concept of "Wali ALLAH" (Friend of God) and the conditions under which these individuals are recognized and approached, according to teachings from Sahl bin Abdullah and a Hadith Qudsi, suggesting that divine guidance is necessary to recognize and benefit from their presence.

Wali Allah
Sufism
Hadith Qudsi
Divine Guidance
Spirituality
tasawwuf — scanned note
tasawwuf
image
24 December 2025

PINTU MAKRIFAT Asy-Syaikh Al-Arifbilah Sayyidi Abul Abbas Ahmad Zarruq Al-Fasi Qaddasallahu Sirrahu berkata: "Para Wali Allah adalah pintu-pintu untuk bermakrifat kepada Allah. Makrifat kepada wali Allah merupakan kunci untuk membuka Makrifatullah. Gigi kunci itu adalah menjaga penghormatan dan pengabdian yang baik kepada mereka serta selalu merendahkan diri di hadapan mereka, juga menebarkan kasih sayang. Jika seseorang memperlakukan wali Allah dengan cara itu, niscaya di dibukakan pintu untuk ber-Makrifat kepada-Nya. Jika tidak maka ia dalam keadaan bahaya " Kitab Hikam Al-Athai yah bil Syarh Syaikh Zarruqi Al-Burnadis, Dar Al-Kotob Al-ilmiyah, Beirut hal 153 Alhamdulillah, posting 👆🏻 ini yang berikan pada kita adalah Syeikh Alfan yang terdapat dalam nasihat Pak Syeikh dan saya ambil kerana melihat isinya ternyata sangat mendalam dan sebenarnya Wali-Wali ALLAH itu memberikan kemudahan untuk kita masuk bermakrifat melalui wasilah (perantara) mereka, tapi kita ini boleh jadi merasa hebat jadi kualat.

Context: The image contains a quote attributed to Asy-Syaikh Al-Arifbilah Sayyidi Abul Abbas Ahmad Zarruq regarding the importance of respecting and showing devotion to the Awliya Allah (Friends of God) as a means to attain ma'rifah (gnosis) of Allah, as well as the user’s personal reflection on this matter.

Tasawwuf
Ma'rifah
Awliya Allah
Syeikh Zarruq
Islamic spirituality
tasawwuf
text
23 February 2021

Mari untuk sedia diri menerima semua masalah (ujian kehidupan), dengan tentunya segera upaya untuk mengenal ALLAH dengan mahu belajar dan mengamalkan sesuai tuntunan Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan bimbingan untuk mendapatkan sambungan yang Benar (perantara dari ALLAH dan Rasulullah) hingga sampai kepada Rasulullah Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam maka terhubunglah kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala. Setelah sampai kepada ALLAH maka dekati ALLAH tanpa merasa bahawa itu adalah kehebatan dirimu, ingat melalui dan perantara siapa hingga sampai kepada ALLAH? Pemegang amanat dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan perantara utama iaini Rasulullah Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam. Alhamdulillaah. Wallahu A'lam Bishawab. Terimakasih. Syeikh Muhammad Syahrum Alfan bin Achmad Chaidir Ilham *#MajelisDzikirAS-SALAM*

Context: The text encourages preparing oneself to face life's challenges by seeking knowledge of Allah through the Quran and Sunnah, emphasizing the importance of a proper intermediary to connect with Allah without arrogance, remembering the role of the Prophet Muhammad (peace be upon him) as the primary intermediary.

Allah
Quran
Sunnah
Tasawwuf
Intermediary
tasawwuf
text
14 January 2021

*Harus (Wajib) Mengenal ALLAH sehingga Faham dan Lakukan Tauhid Uluhiyah pada ALLAH* Mengenal Uluhiyah ALLAH. Tujuan dari pengenalan keesaan Uluhiyah ALLAH ini adalah agar kita menCintai ALLAH, tunduk kepada-NYA, takut dan berharap kepada-NYA, serta mengesakan ibadah hanya kepada-NYA. Hal (perkara) itu dilakukan dengan cara melaksanakan perintah ALLAH dan menjauhi larangan-NYA. Seorang yang mampu mengenal ALLAH akan selalu mengharap redha-NYA dalam setiap perbuatannya, dalam perjalanan hidupnya ia tidak akan berbuat sesuatu kecuali jika hal itu diredhai ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala. Lain halnya dengan orang yang tidak mengenal ALLAH. Ia berbuat berdasarkan kemahuan syahwat dan kehendak hawa nafsunya. Jadilah hawa nafsunya Tuhan selain ALLAH, yang memerintah dan melarangnya (25:43). Nampakkah (wahai Muhammad) keburukan keadaan orang yang menjadikan hawa nafsunya: tuhan yang dipuja lagi ditaati? Maka dapatkah engkau menjadi pengawas yang menjaganya jangan sesat? (QS. Al-Furqaan [25]: 43) Syeikh Muhammad Syahrum Alfan bin Achmad Chaidir Ilham *#MajelisDzikirAS-SALAM*

Context: The text emphasizes the importance of recognizing Allah's Uluhiyah (divinity) to foster love, submission, and fear of Allah, leading to exclusive worship. It warns against following one's desires, citing Quran [25:43] about those who make their desires their god.

Tauhid Uluhiyah
Allah
Ibadah
Hawa Nafsu
Quran
tasawwuf
text
31 January 2021

Murabbi Abdurahman Jawad *Talqin Dzikir* Alhamdulillah. Patut bersyukur banyak-banyak atas limpahan Rahmat ALLAH dan DIA bagi kepada saya keBenaran-NYA melalui Talqin yang diamanatkan (dititipkan) dan diberikan kepada saya dari dan oleh Tuan Guru / Syeikh Ir. Muhammad Syahrum Alfan sebagai Karunia ALLAH dengan Pembimbing Besar dan Utama adalah Rasulullah Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam. Talqin adalah sesuatu amanat (titipan) yang ALLAH beri kepada Rasulullah Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam lalu Rasulullah beri kepada Pemagang Amanat (Titipan) iaini seseorang yang berhubungan terus (direct) dengan Rasulullah Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam. Pemberi Talqin (amanat) kepada kita adalah dia yang dekat kepada ALLAH dan Rasulullah Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam. Dia khas beri Amanat (Talqin) kepada kita dengan menanamkan Dzikir dalam ruh kita (Dzikir Ruh), dan kita harus jaga Amanat (Talqin) itu untuk diri kita sendiri dan untuk bantu orang lain, dan sebagai tiket kita untuk pulang. Talqin (Amanat) ini tidak dapat kita buang dan musnahkan, dia ada berkekalan dalam ruh kita hingga di akhirat. Ada pengecualian (exception) bila Pemberi Talqin dia (Tuan Guru / Syeikh) mahu ambil / cabut Talqin dari ruh kita maka dia boleh ambil / cabut Talqin (Amanat) kerana ALLAH. Alhamdulillah, kita bukan hanya mendapatkan Talqin (tiket) tetapi Tuan Guru / Syeikh bagi juga kepada kita keadaan luar biasa serta karomah dia, sehingga kita telah menjadi beza menjadi mudah untuk sihat, syeitan takut kepada kita, beroleh banyak kemudahan hidup, boleh sembuhkan / merawat sakit orang lain, sentiasa dalam kebaikan, dalam naungan ALLAH dan Iman menjadi kuat. Maka kita harus sentiasa dalam kebaikan, jangan mengikuti syeitan yang sentiasa menipu (tipu daya) kita, dan adalah adab diri kita kepada Tuan Guru / Syeikh. Ingatlah dan tengok bagaimana Tuan Guru / Syeikh kita yang dia mahu dan dengan percaya bagi kita Karunia ALLAH dan Talqin kita, yang kita tahu siapakah diri kita ini... Jangan buatkan kerosakan yang kerana kamu sendiri yang merosak sebab amarahmu, kesombongan, melawan dan apa-apa yang buruk dari hati, pikiran, perkataan dan perbuatan yang kita buatkan sendiri. Perbaiki diri dan bertaubat terus-menerus, jadilah hamba ALLAH, pengikut Rasulullah Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam dan murid yang baik dari Tuan Guru / Syeikh. Jom istiqomah dalam keBenaran, jalani hidup dengan prasangka baik dan mengikuti jalan yang Benar. ☝🏻💜👍🏻

Context: This text explains the importance of Talqin Dzikir, a spiritual transmission received from a teacher connected to the Prophet Muhammad, and emphasizes the need to safeguard it and maintain good conduct. It also highlights the blessings and responsibilities associated with receiving Talqin.

Talqin
Dzikir
Tasawwuf
Syeikh
Amanat
tasawwuf
text
9 February 2021

Kata *Hakikat* (Haqiqat) merupakan kata benda yang berasal dari bahasa Arab iaitu dari kata *“Al-Haqq”*, dalam Bahasa Indonesia menjadi kata pokok iaitu kata “hak“ yang berarti milik (ke¬punyaan), *keBenaran*, atau yang benar-¬benar ada, sedangkan secara etimologi Hakikat berarti inti sesuatu, puncak atau sumber dari segala. =========================== *H A K I K A T* *Ikhlas = Hati yang Bersih* Dalam Kitab Sirr Al-Asrar ini, Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani menjelaskan tentang macam-macam ilmu. Menurut beliau, semua ilmu dapat dikelompokkan menjadi empat (4) bahagian. Pertama, ilmu lahiriyah, iaitu imu syariat yang berupa perintah, larangan, dan segala bentuk hukum. Kedua, ilmu syariat batin atau yang disebut juga ilmu tarekat (tarikat). Ketiga, iaitu ilmu tarekat batin atau yang disebut juga ilmu makrifat. Sedangkan yang terakhir adalah inti ilmu batin atau yang disebut juga ilmu hakikat. Menurut Syekh Abdul Qadir, semua macam ilmu itu harus dicapai semua hamba ALLAH. “Syariat adalah pohon (pokok), tarekat adalah rantingnya, makrifatnya adalah daunnya, hakikat adalah buahnya. Al-Qur'an menghimpun semuanya dengan dalil dan isyarat, baik pada tafsir maupun takwil.”   Menurut Syekh Abdul Qadir, penulus Kitab Tafsir Al-Kabir telah menyatakan bahawa jika pintu hati telah dibuka (hati yang bersih), maka semua pintu batin yang lain pasti akan terbuka.  Selain itu, seorang hamba juga diperintahkan untuk selalu melawan nafsu di berbagai level (tingkatan), iaitu syariat, tarekat, makrifat, dan hakikat. Pasalnya (sebabnya), dalam level syariat itu nafsu selalu membisikkan berbagai macam pelanggaran.  Di level tarekat, nafsu selalu membisikkan berbagai macam pengakuan sebagai bentuk tipu daya, seperti pengakuan nabi atau sebagai wali. Di level makrifat, nafsu juga selalu membisikkan syirik tersembunyi, seperti pengakuan diri sebagai Tuhan. Namun, di dalam level hakikat, tutur Syeikh Abdul Qadir, syeitan sama sekali tidak memiliki jalan masuk ke situ sebagaimana halnya nafsu, bahkan malaikat sekalipun. Maka, pada saat itulah seorang hamba akan selamat dari dua musuh utamanya, yaitu nafsu dan syeitan, sehingga dia akan menjadi seorang yang ikhlas.  Sebagaimana difirmankan dalam Al-Qur'an: “Iblis menjawab, ‘Demi kekuasaan ENGKAU, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-MU yang mukhlis di antara mereka.” (QS.Shad [38]: 82-83) Iblis berkata: " Demi kekuasaan-MU (wahai TUHANku), aku akan menyesatkan mereka semuanya, - (QS Saad [38]: 82) "Kecuali hamba-hamba-MU di antara zuriat-zuriat Adam itu yang dibersihkan dari sebarang kederhakaan dan penyelewengan". (QS. Saad [38]: 83) Menurut Syeikh Abdul Qadir, untuk menjadi seorang ikhlas maka seorang hamba harus dapat mencapai hakikat. Barang siapa yang belum mencapai hakikat maka dia belum menjadi seorang ikhlas, kerana sifat-sifat kemanusiannya tidak dapat hilang, kecuali hanya dengan tajali Zat. Penjelasan: Tajalli (Tajali) adalah salah satu istilah yang sangat popular di kalangan para pembaca dan peneliti ilmu tasawuf. Tajalli berasal dari kata dalam Bahasa Arab, yang biasa diartikan dengan bahasa kita dengan manifestasi. Manifestasi sendiri berarti penampakan atau perwujudan dari sesuatu yang tidak kelihatan. Oleh: Syeikh Muhammad Syahrum Alfan bin Achmad Chaidir Ilham *#MajelisDzikirAS-SALAM*

Context: This text explains the concept of Hakikat (Truth) in Islam, particularly within the Sufi tradition, relating it to sincerity (Ikhlas) and the purification of the heart. It describes Hakikat as the essence of knowledge, achievable by traversing the stages of Syariat, Tarekat, and Makrifat, ultimately leading to freedom from the influence of ego and Shaytan.

Hakikat
Tasawwuf
Ikhlas
Syariat
Tarekat
tasawwuf
text
10 February 2021

*K A S Y A F* *Kata Kasyaf* Bermakna: Nampak sesuatu yang ghaib melalui mata hati. Ia seolah-olah nampak dengan mata kasar. Seperti yang diriwayatkan bahawa Nabi Muhammad SAW nampak dengan hatinya mayat salah seorang Raja Najashi yang beragama Islam, lalu Nabi Muhammad SAW pun bersholat ghaib. *Pencapaiannya dengan Dzikir* *Dzikir* merupakan media (medium) seorang hamba yang tidak memiliki daya upaya untuk tetap terhubung kepada Dzat Yang Maha Sempurna dan Pemilik segalanya. Al-Imam Abdul Wahhab Asy-Sya’rani menjelaskan bahawa dengan terus-menerus berDzikir (dawamud Dzikir), keikhlasan akan menjadi sempurna dan Hijab akan tersingkap (open). Ketersingkapan (terbuka) Hijab / Kasyaf  itu ada dua macam, Hissi dan Khayali. Kasyaf Hissi adalah terbukanya pandangan dengan penglihatan mata. Sedangkan Kasyaf Khayali adalah terbukanya tabir hati hingga mampu mengetahui kondisi diluar alam indrawi seperti melihat jin, malaikat, menembus alam ruhani, mengetahui rahasia makhluk dan lain-lain. Ketersingkapan Imajinatif / Kasyaf Khayali ini bergantung kepada kejernihan bashirah / mata batin seorang Salik, dan kadar kejernihan bashirah itu bergantung kepada konsentrasi (fokus) dan kontinuitas Dzikir yang dijalaninya. di dalam shadr, qalb, Fuad dan lubb /sirr seorang hamba, setiap lapisan ruhani ini semua memiliki bashirahnya masing-masing dan setiap lintasan-lintasan yang terlihat oleh bashirah-bashirah itu ada kalanya berupa tipuan dari syeitan ataupun hawa nafsu. Maka seorang Salik harus tetap fokus kepada Dzikirnya, bukan kepada bayangan atau lintasan-lintasan yang muncul dalam benaknya kerana Ketersingkapan / Kasyaf yang terlihat oleh bashirahnya itu terkadang berupa godaan bahkan tipuan dari syeitan sebagaimana kisah Syekh Abdul Qadir Al-Jailani pada saat beliau berada di padang pasir di siang hari Bulan Ramadhan kemudian muncul cahaya yang mengaku sebagai Tuhan dan berkata “Telah aku halalkan apa-apa yang aku haramkan”. Kasyaf Khayali yang datang dari syeitan di dalam suluk seorang hamba tidak lain untuk membuatnya lalai dari Dzikirnya dan terkecoh dalam perjalanannya. Godaan dan tipuan ini tidak dapat dicegah hanya dengan pengetahuan teoritis. Tetapi dengan ilmu yang bersifat Ladunni (Anugerah ALLAH langsung) maka disini pentingnya fokus dan berserah diri di dalam Dzikir dan Suluk. caranya adalah dengan mengkonsentrasikan (fokus) tubuh, fikiran dan hati kepada Dzikir. Pertama dengan memahami makna dari Dzikir yang dilafadzkan, kemudian tenggelam di dalam makna tersebut. kemudian fana di dalamnya hingga kita sendiri lupa dan tidak sadar bahawa kita sedang berDzikir kerana telah larut dalam untaian Dzikir itu sendiri. Yang terakhir ini adalah tanda bahawa kita telah hidup dan duduk di dalam Asmaa’ (Nama-Nama) yang diDzikirkan itu. Seorang yang sempurna tidak akan sibuk dengan urusan Kasyaf dan karomah tetapi ia hanya akan sibuk dengan ALLAH Sang Maha Pemberi Anugerah yang hanya dari-NYA lah Ketersingkapan (Kasyaf) dan Kemuliaan (Karomah) itu datang. Kerana tidak sedikit orang yang tertipu sehingga ia memandang Kasyaf itu adalah hasil dari usaha dan wiridnya (amalan Dzikirnya). Wallahu A'lam Bishawab. Terimakasih. Syeikh Muhammad Syahrum Alfan bin Achmad Chaidir Ilham *#Anugerah-ALLAH* *#KasyafdanKaromahdari-ALLAH* *#MajelisDzikirAS-SALAM*

Context: The text explains Kasyaf (divine unveiling) and its attainment through Dzikir (remembrance of Allah), cautioning against deceptive visions and emphasizing focus and surrender in Dzikir. It also warns against being preoccupied with Kasyaf and karomah, and focusing solely on Allah.

Kasyaf
Dzikir
Tasawwuf
Suluk
Divine Unveiling
tasawwuf
text
19 February 2021

ALLAH bukan lagi konsep yang abstrak (tidak nyata) yang tidak terjamah, melainkan sangat nyata dan boleh dapat dirasakan kehadiran-NYA, itulah yang berlaku (terjadi) pada seorang Wali ALLAH. Di dalam Al-Qur'an, seorang Wali ALLAH disebut-sebut tak pernah merasa takut akan apapun kecuali takut hanya kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala (SWT). Baginya, ALLAH adalah satu-satunya Dzat yang Maha Perkasa sehingga tak ada yang perlu ditakuti kecuali ALLAH SWT. Berdasarkan kitab Masalik Al-Abshar fi Mamalik Al-Amshar yang ditulis oleh Ibn Fadhl, setidaknya ada lima (5) sifat dan karakter utama yang konon dimiliki para Wali ALLAH. Apabila ada seseorang di antara kita yang memiliki sifat-sifat itu, maka boleh jadi ia adalah seorang Wali ALLAH: 1. Tidak pernah galau (risau) urusan rezeki. 2. Tidak pernah mengeluh ketika sakit. 3. Selalu makan bersama-sama. 4. Tidak menyimpan dendam dalam hatinya. 5. Mudah menangis jika takut (kepada ALLAH). *#MajelisDzikirAS-SALAM*

Context: The text describes the characteristics of a Wali Allah (friend of God) according to Islamic teachings and the book Masalik Al-Abshar fi Mamalik Al-Amshar by [Name], highlighting qualities like fear of Allah, contentment, and lack of resentment.

Wali Allah
Tasawwuf
Ibn Fadhl
Piety
Islamic Spirituality
tasawwuf
text
19 February 2021

*Di antara ciri-ciri Wali ALLAH ialah hatinya sentiasa bergantung hanya pada ALLAH.* Surah Yunus ayat 62. Maknanya, "Ingatlah, sesungguhnya wali-wali ALLAH itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." Rasulullah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah bersabda tentang sifat para Waliyullah. Mereka sungguh-sungguh dekat dengan ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala, menCintai-NYA dan selalu mengharapkan ridha-NYA. Maka dari itu, memusuhi dan sombong kepada mereka sama sahaja memaklumkan perang terhadap TUHAN alam semesta. Dalam Hadits Qudsi, disebutkan, ALLAH berfirman, "Siapa yang memusuhi wali-KU, maka AKU mengumumkan (memaklumkan) perang kepadanya." (HR. Bukhari) Wallahu A'lam Bishawab. Terimakasih. *#MajelisDzikirAS-SALAM*

Context: The text discusses the characteristics of the Friends of Allah (Wali Allah), emphasizing their dependence on Allah, their freedom from worry and sorrow as mentioned in Surah Yunus, and the warning against animosity towards them as stated in a Hadith Qudsi. It highlights their closeness to Allah and the grave consequences of opposing them.

Wali Allah
Surah Yunus
Hadith Qudsi
Tazkiyatun Nafs
Spirituality
tasawwuf
text
21 February 2021

Kedua, seseorang menyakini bahawa Allah berbuat baik, memberikan nikmat, dan memberikan kemurahan kepada hamba-Nya. Ketiga, seseorang menyakini bahawa kebaikan Allah terhadap hamba-Nya lebih besar daripada amal hamba-Nya baik dalam bentuk ucapan mahupun tindakan ibadah kepada-Nya meskipun amal itu sempurna dan banyak. Keempat, seseorang menyakini bahawa Allah memiliki sedikit tuntutan dan beban untuk hamba-Nya. Kelima, seseorang dalam banyak waktunya harus takut dan khuatir atas berpalingNya Allah darinya dan pencabutan makrifat, tauhid, dan selain keduanya yang Allah anugerahkan kepadanya. Keenam, seseorang memandang bahawa dia pada seluruh keadaan dan cita-citanya berhajat kepada Allah, yang tidak dapat terlepas dari-Nya untuk segala hajatnya. Ketujuh, seseorang sentiasa menjaga zikir dengan sebaik-baik dengan apa yang ditakdirkan untuknya. Kelapan, seseorang berupaya sekuat tenaga untuk menjaga ibadah wajib dan mendekatkan diri melalui ibadah sunnah semampunya. Kesembilan, seseorang berbahagia ketika mendengar orang lain memuji Allah, mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihad di jalan-Nya baik secara rahasia, terang-terangan, dengan jiwa, harta, dan keturunannya. Kesepuluh, ketika mendengar orang lain berzikir, seseorang yang mencintai Allah akan membantunya. Daripada apa yang dinyatakan di atas, menurut kefahaman saya, maka saya sedar mengapa [Name] boleh tahu dan faham akan pengertian tentang perkara ini sebab [Name] kenal kepada Allah dan rasul-Nya dan mencintai-Nya dan rasul-Nya. Oleh yang demikian, jika ada doa yang ditulis seperti meminta 'jangan dipersulitkan', maka itu seperti Allah beri sign (untuk gerakkan) pada [Name] perkara kekhilafan yang terjadi itu apatahlagi kepada yang Ia cintai, so clear selaras dengan firman Allah dengan seperti apa yang dinyatakan dalam hadits qudsi di atas: .......... maka Aku menjadi telinga sebagai alat pendengarannya, menjadi mata sebagai sebagai alat penglihatannya .......... Tetapi dengan secara tersirat, [Name] hanya mengatakan dengan jika sesungguhnya [Name] mengenal Allah dan rasul-Nya, secara soft sahaja. Mungkin daripada apa yang [Name] katakan dengan soft itu hanya untuk menutupi satu makna (something) yang lebih dalam mengenai keadaan diri [Name] daripada yang kita baca yang [Name] tulis pada teguran itu. Maka kita tak boleh mencapai untuk tahu dan faham sesuatu itu jika tidak ada ilmu dan maqamat untuk mengetahuinya. Alhamdulillah begitu besar kurniaan dan nikmat Allah yang boleh Dia berikan kepada sesiapa yang Dia kehendaki. Suatu pembelajaran yang sangat berharga untuk kita semua. Bersyukur pada Allah.

Context: The text describes ten characteristics of a person who loves Allah, emphasizing reliance on Allah, performing good deeds, and finding joy in others' devotion. It also touches upon the elevated understanding of [Name] due to their knowledge and love of Allah.

Allah
Love
Ibadah
Zikir
Tasawwuf
tasawwuf — scanned note
tasawwuf
image
15 February 2019

Syeikh Alfan November 8 at 9:13am Walaupun seperti mimpi saja (angan-angan belaka) untuk bisa meraih Cinta ALLAH, maka teruskanlah mimpi dan angan-anganmu itu untuk meraih Cinta dari-NYA, karena sesungguhnya mereka-mereka yang menCintai ALLAH dan ALLAH cinta kepada mereka, maka mereka mendapatkan cinta dari yang lain, dengan cinta yang didapat mereka adalah cinta yang tulus dan yang mencintai mereka itu datangnya dari sesiapa yang tulus bersih dan dalam jagaan / naungan ALLAH SWT. KBKAMSA #MajelisDzikirAs-Salam

Context: The post encourages striving for the love of Allah, emphasizing that those who love Allah and are loved by Him will receive sincere love from others under His protection. It is associated with Majelis Dzikir As-Salam.

love of Allah
Tassawuf
Majelis Dzikir
spirituality
divine love
tasawwuf
text
21 February 2019

*#00002* MDzAS *The Series of Knowledge by Servant of ALLAH* *WALI ALLAH* Adapun asal perkataan Wali diambil daripada perkataan Al-Wala’ yang berarti: hampir dan juga bantuan. Maka yang dikatakan Wali ALLAH itu orang yang menghampirkan dirinya kepada ALLAH dengan melaksanakan apa yang diwajibkan ke atasnya, sedangkan hatinya pula sentiasa sibuk kepada ALLAH dan asyik untuk mengenal kebesaran ALLAH. Kalaulah dia melihat, dilihatnya dalil-dalil kekuasaan ALLAH. Kalaulah dia mendengar, didengarnya ayat-ayat atau tanda-tanda ALLAH. Kalaulah dia bercakap, maka dia akan memanjatkan puji-pujian kepada ALLAH. Kalaulah dia bergerak maka pergerakannya untuk mentaati ALLAH. Dan kalau dia berijtihad, ijtihadnya pada perkara yang menghampirkan kepada ALLAH. Seterusnya dia tidak jemu mengingat ALLAH, dan tidak melihat menerusi mata hatinya selain kepada ALLAH. Maka inilah sifat Wali-Wali ALLAH. Kalau seorang hamba demikian keadaannya, nescaya ALLAH menjadi pemeliharanya serta menjadi penolong dan pembantunya.

Context: This text describes the characteristics of a Wali Allah (friend of God), emphasizing their devotion, constant remembrance of Allah, and focus on obeying His commands. It explains that a Wali is close to Allah through fulfilling obligations and being absorbed in recognizing His greatness.

Wali Allah
Tasawwuf
Devotion
Remembrance of Allah
Obedience
tasawwuf — scanned note
tasawwuf
image
22 February 2019

*ALLAH dan aku* ALLAH adalah TUHANku, aku adalah hamba-NYA. ALLAH Maha Ada, aku ada pada-NYA. Aku ada kerana-NYA, DIA aku puja-puji untuk sentiasa berada bersama-NYA. Bagaimana mungkin aku tak mencinta-NYA? Kerana DIA menciptakan aku dengan cinta-NYA. Dengan kasih-sayang-NYA maka DIA adakan aku bersama-NYA. Kemesraan aku dengan-NYA, membuatkan aku tetap ada pada-NYA. #KBKAMSA #MajelisDzikirAs-Salam.

Context: The text expresses a deep connection and love for Allah, emphasizing His role as the creator and sustainer. It highlights the intimate relationship between the individual and the divine.

Allah
love
divine
connection
Tasawwuf
tasawwuf — scanned note
tasawwuf
image
3 March 2019

Berguru kepada Guru Mursyid "Hendaklah engkau selalu bersama Allah. Jika tidak mampu, berusahalah selalu bersama orang-orang yang dekat dengan Allah. Karena sesungguhnya orang itulah yang akan menyampaikanmu kepada Allah." (HR. Abu Daud) No caption provided

Context: The image and text encourage seeking closeness to Allah, and if that's not immediately achievable, to seek the company of those who are close to Allah as a means of spiritual guidance and connection. The text is attributed to [Name].

tasawwuf
spiritual guidance
Allah
guru
mursyid
tasawwuf
text
14 May 2018

*>>> Dasar Talqin <<<* Didalam menTalqin Dzikir, seorang guru Mursyid dapat melakukan kepada jama’ah (banyak orang) atau kepada perorangan. Hal ini didasarkan pada riwayat Imam Ahmad dan Imam Thabrani yang menerangkan bahwa Rasulullah SAW telah menTalqin para sahabatnya, baik secara berjama’ah atau perorangan. Adapun Talqin Nabi Muhammad SAW kepada para sahabatnya secara jama’ah sebagaimana diriwayatkan dari Sidad bin Aus RA, ”Ketika kami (para sahabat) berada dihadapan Nabi SAW, Beliau SAW bertanya: "Adakah diantara kalian orang asing”(maksud Beliau SAW adalah ahli kitab), aku menjawab: ”Tidak!” Maka Beliau SAW menyuruh menutup pintu, lalu berkata: ”Angkatlah tangan-tangan kalian dan ucapkanlah La Ilaaha Illallah!” Kemudian Beliau melanjutkan: ”Alhamdulillah, yaa ALLAH sesungguhnya ENGKAU mengutusku dengan kalimat ini (La Ilaaha Illallah), ENGKAU perintahkan aku dengannya dan ENGKAU janjikan aku surga karenanya. Dan ENGKAU sungguh tidak akan mengingkari janji.” Lalu Beliau berkata: ”Ingat! Berbahagialah kalian, karena sesungguhnya ALLAH telah mengampuni kalian.” Sedangkan talqin Beliau SAW kepada sahabatnya secara perorangan adalah sebagaimana diriwayatkan oleh Yusuf Al-Kirwaniy dengan sanad yang shahih bahwa sahabat Ali bin Abi Thalib Karamallahu Wajhah pernah memohon kepada Nabi SAW: ”Ya Rasulullah, tunjukkanlah aku jalan yang paling dekat kepada ALLAH, yang paling mudah bagi hambanya dan yang paling utama disisi-NYA!” Maka Beliau menjawab: ”Sesuatu yang paling utama yang aku ucapkan dan para Nabi sebelumku adalah La Ilaaha Illallah. Seandainya tujuh langit dan tujuh bumi berada di atas daun timbangan dan La Ilaaha Illallah berada di atas daun timbangan yang satunya, maka akan lebih beratlah ia (La Ilaaha Illallah),” lalu lanjut Beliau: ”Wahai Ali, kiamat belum akan terjadi selama di muka bumi ini masih ada orang yang mengucapkan kata ALLAH.” Kemudian sahabat Ali berkata: ”Ya Rasulullah, bagaimana aku berDzikir menyebut nama ALLAH?” Beliau menjawab: ”Pejamkan kedua matamu dan dengarkan dariku tiga kali, lalu tirukan tiga kali dan aku akan mendengarkannya.” Kemudian Nabi SAW mengucapakan: "La Ilaaha Illallah tiga kali dengan memejamkan kedua mata dan mengeraskan suara Beliau, lalu sahabat Ali bergantian mengucapkan La Ilaaha Ullallah seperti itu dan Nabi SAW mendengarkannya. Inilah dasar Talqin Dzikir jahri (La Ilaaha Illallah). Adapun Talqin Dzikir qolbi yakni dengan hati tanpa mengerakkan lisan dengan itsbat tanpa nafi, dengan lafadz ismudz-dzat (ALLAH) yang diperintahkan Nabi SAW dengan sabdanya: ”Qul ALLAH Tsumma dzarhum” (Katakanlah, ”ALLAH” lalu biarkan mereka), adalah dinisbatkan kepada Ash-Shiddiq Al-A’dhom (Abu Bakar Ash-Shiddiq RA) yang mengambilnya secara batin dari Al-Musthofa SAW. Inilah Dzikir yang bergaung mantap di hati Abu Bakar RA. Nabi SAW bersabda: ”Abu Bakar mengungguli kalian bukan karena banyaknya puasa dan shalat, tetapi karena sesuatu yang bergaung mantap di dalam hatinya. ” Inilah dasar Talqin Dzikir sirri. Semua aliran thariqoh bercabang dari dua penisbatan ini, yakni nisbat kepada Sayyidina Ali Karamallahu Wajhah untuk Dzikir jahri dan nisbat kepada Sayyidina Abu Bakar RA untuk Dzikir sirri. Maka kedua Beliau inilah sumber utama dan melalui keduanya pertolongan Ar-Rahman datang. Nabi SAW menTalqin kalimah Thoyibah ini kepada para sahabat Radliallah ‘Anhum untuk membersihkan hati mereka dan mensucikan jiwa mereka, serta menghubungkan mereka keHadirat Ilahiyyah (ALLAH) dan kebahagiaan yang suci murni. Akan tetapi pembersihan dan pensucian dengan kalimah thoyibah ini atau Asma-Asma ALLAH yang lainnya itu, tidak akan berhasil kecuali si pelaku Dzikir menerima Talqin dari Syeikhnya yang alim, amil, kamil, fahim, terhadap makna Al-Qur’an dan Syari’at, mahir dalam Hadits atau Sunnah dan cerdas dalam aqidah dan ilmu kalam, dimana Syeikhnya tersebut juga telah menerima Talqin kalimah thoyyibah tersebut dari Syeikhnya yang terus bersambung dari Syeikhnya yang Agung yang satu dari Syeikh Agung yang lainnya sampai kepada Rasulullah Nabi Muhammad SAW.

Context: This text describes the practice of Talqin in Dhikr, detailing its methods, including individual and group instruction, and its basis in the practices of Prophet Muhammad [Name] with his companions. It emphasizes the importance of receiving Talqin from a qualified Sheikh with a connected lineage to the Prophet [Name].

Talqin
Dhikr
Tasawwuf
Sufism
Lineage
tasawwuf — scanned note
tasawwuf
image
8 September 2021

Insyaallah, nak bagi senang faham, orang yang berdzikir yang telah di Talqin oleh guru mursyid itu seperti lingkaran rantai (Rantai Tasbih) yang saling bersambungan hingga induknya, yaitu Rasulullah SAW. Jadi kalau satu biji tasbih ditarik, maka semua lingkaran yang terangkai akan ikut tertarik kemanapun arah tarikannya itu. Dan salasilah para wali sampai kepada Rasulullah SAW itu bagaikan sebuah rangkaian lingkaran rantai biji tasbih yabg diikat dalam seutas tali benang yang saling berhubungan. Berbeza dengan orang yang berdzikir yang belum bertalqin kepada seorang guru mursyid, ibarat anak rantai yang terlepas dari rangkaiannya. Seumpama satu rantai itu di tarik, maka bahagian rantai yang kain tidak akan ikut tertarik. Maka kita semua perlu bersyukur karena telah diberi semangat dan kemahuan untuk memperoleh Talqin Dzikir kepada seorang guru mursyid. Tinggal kewajiban kita untuk beristiqomah menjalaninya.🤲🏻 Wallahuallam Bish Shawab

Context: The image shows a group of people performing dhikr in a circle, with the caption explaining the importance of talqin from a mursyid, comparing it to a connected chain of tasbih beads linked to the Prophet Muhammad (SAW). It emphasizes the necessity of seeking talqin dzikir from a guru mursyid and maintaining istiqomah in its practice.

dhikr
talqin
mursyid
Tasawwuf
spirituality